AWAL MULA TUMBUHAN HENNA

 

“Hiiih, udah dibilang henna tuh asalnya dari India, masih aja ngeyel!”

Hei, Juleha! Kamu ngapain pagi-pagi sewot? Ada masalah apa, sih?”

“Ini, Kak. Si Maemunah kekeh kalo henna tuh asalnya dari Arab. Orang dari India. Produksi henna terbesar kan di India, jadi panteslah kalo henna asalnya dari sana.”

- Advertisement -

Oooh, jadi sewot gara-gara itu. Kalian berdua sesama henna artist nggak seharusnya berdebat soal ini. Sekarang aku tanya, kamu tau persis nggak awal mulanya ditemukan di mana? Hayo? Kalo jawabannya India atau Arab, kamu salah.

“Lah, terus asalnya dari mana, Kak?”

Aku ceritain ya, Juleha. Dengerin baik-baik, karena sebagai henna artist yang baik, kita kudu tau sejarah henna. Meskipun hanya garis besarnya aja.

“Halah, paling mau ceramah lagi!”

Juleha, cakep lho kalo diem sebentar aja.

“Iye-iye.”

Jadi, tumbuhan henna dulunya muncul setelah Zaman Es Terakhir. Waktu bumi mulai menghangat, beberapa tumbuhan yang tadinya kemungkinan beku, tumbuh subur karena perubahan suhu. Kalo dari yang aku baca di Henna Page, karena Zaman Es Terakhir selesai, lapisan es kan mencair, terus memungkinkan tumbuhan henna memperluas jangkauan tumbuhnya ke area di mana henna tumbuh sampai sekarang.

Kemungkinan henna sudah berulang kali mengalami kepunahan karena suhu dingin, namun entah bagaimana saat suhu menghangat, tumbuhan itu akan kembali muncul pada wilayah-wilayah bebas es.

Wilayah Afrika Utara adalah tempat pertama kalinya henna diyakini tumbuh berulang kali.

Contohnya seperti daratan yang terbentuk akibat penurunan permukaan laut yang muncul di Ethiopia sampai Yaman, lalu memanjang hingga melewati Teluk Persia. Kalo ngeliat bukti iklim dan juga berakhirnya zaman es, wilayah Afrika Utara adalah tempat pertama kalinya henna diyakini tumbuh berulang kali. Juleha tau nggak Ethiopia dan Yaman itu di mana?

“Nggak.”

Hadeh, baiklah. Ethiopia itu di Afrika dan Yaman letaknya di selatan Arab Saudi. Sementara Teluk Persia itu letaknya antara Iran dan Uni Emirat Arab. Juleha bisa buka google maps biar lebih jelas.

“Lah, berarti si Maemunah bener, dong? Berarti awal munculnya di Arab?”

Hadeh… Kan tadi aku sudah jelaskan kalau henna awalnya tumbuh di Afrika Utara. Sampai sekarang belum ada bukti sejarah yang menguatkan kalo henna pernah digunakan di Arab pada 4000 SM.

“SM apaan, Kak?”

Sebelum Masehi, Juleha!

“Trus Negara di Afrika Utara tuh apa aja, Kak?”

Maroko, Mesir, Aljazair/Algeria, Tunisia, Libya, Sahara Barat.

“Ooh… begitu. Terus kok bisa sampai ke India, Kak? Bahkan pemasok henna bubuk terbesar kan dari India, di Rajasthan sana.”

Seneng, deh. Juleha pinter sekarang. Hehe. Kalo kamu baca sendiri di Henna Page gimana? Informasi soal sejarah henna lengkap lho di sana.

“Ogah! Aku nggak suka baca. Apalagi baca pake Bahasa Inggris. Bisa jereng ini, mata!”

Baca sesuatu yang bermaanfaat lebih oke lho daripada liatin orang jogjet di Tiktok. Nggak jereng matanya ngeliatin pinggul goyang-goyang?

“Udah, deh, Kak. Nggak usah mulai, deh.”

bersambung…


Cerita oleh Mirna Yuliana dengan data disadur dari Henna Page

Artikel sebelumyaProfil Dian Rosianti
Artikel berikutnyaCerita Henna – Part 1 : Henna Artist Pria

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here