Cerita Henna Bagian Pertama, Henna Artist Pria

Setiap henna artist pasti punya pengalaman unik di setiap tugasnya.

Itulah alasan mengapa aku ingin berbagi cerita pengalaman dari teman-teman henna artist, dimulai dari teman teman henna artist pria 🙂

Irwan Henna Brebes

Q: Apa kendala menjadi Henna Artist Cowok?

A: Menjadi henna artist cowok merupakan hal yang sangat jarang diminati. Karena aktivitas ini lebih populer untuk kalangan perempuan, awal terjun memang banyak cibiran tentunya dari teman yang biasa nongkrong bareng dan sering berpikir pasti tukang henna cowok akan mempunyai banyak kesempatan berjumpa dan menyentuh kaum hawa. Padahal dua hal itu sangat berbeda. Menggambar itu butuh konsentrasi dan bisa kita jelaskan juga bahwa memegang dan menggambar sangat berbeda arti. Kendala itu selalu ada di awal-awal merintis, apapun itu, saya selalu percaya semua pasti berlalu seiring berjalannya waktu.

Q: Apa pengalaman yang paling tidak bisa dilupakan selama nge-job?

A: Pengantin kaget karena yang datang itu cowok dan alhasil saya pulang dengan pura-pura legowo. Tangan tidak boleh menyentuh, alias menggambar mengambang. Bisa dibayangkan?

Menghena udah finish ketahuan cowoknya, terus suruh dihapus, sedangkan itu henna marun. Bukan cuma saya mungkin kejadian ini juga banyak di alami seniman henna laki-laki lainya.

- Advertisement -

SALAH MASUK TENDA, ini pengalaman yang tidak akan saya lupakan. Sudah menunggu lama banget, lalu tuan hajatnya bilang saya suruh nunggu dulu karena sedang di makeup, ya sudah saya nunggu dulu sambil minum teh di luar. Setelah sudah menunggu hampir satu jam, barulah calon penganten keluar dan saya sadar orang itu bukan klien saya. Ini semua dikarenakan nggak ada sinyal di daerah itu. Setelah saya usaha nyari sinyal baru ada pesan masuk. MAS KOK BELUM SAMPAI. Haha.

Saya juga pernah nyasar di kebun, hutan, bahkan sawah gara-gara ngikutin google maps. Yang paling bikin risih, saat menggambar pernah diawasin pengantin cowok. Lalu yang paling apes, sendal dibawa tukang sound system.

Q: Apa saja suka duka menjadi henna artist cowok?

A:  Yang jelas banyak sukanya. Gimana nggak suka. Aku suka menggambar, dan ini tuh hobiku sejak kecil, yang baru sekarang ini aku nikmati hasilnya. Awal sih sering bikin status ‘HOBI YANG DIBAYAR’, sekarang sih bisa dibilang kerjaan yang dibayar. Karena kalo sekedar hobi, nanti orang akan membayar sesukanya. Kan itu hobi, ini beda guys! Ini kerjaan yang menurut saya harus ada tarif yang sepadan dengan apa yang kita kerjakan. Waktu dan tenaga itu duit.

Q: Apa pesan untuk para calon klien yang berniat memakai jasamu?

A: Saya selalu berpesan jauh-jauh hari jika ingin booking jasa henna saya. Pilih henna yang sesuai jenis kulit. Kalau kulitnya lembab baiknya menggunakan henna biasa, jangan memaksakan menggunakan white henna. Nah, di sini juga saya sering menjelaskan ketahanan henna, baik yang natural, instan, dan white, jadi pengantin juga tau henna mana yang harus dipilih.

gambar: karya Irwan Henna Brebes

Acheng Henna Garut

Q: Apa kendala menjadi Henna Artist Cowok?

A: Menurut saya, kendala menjadi seorang seniman henna laki laki ada beberapa. Yang pertama, adanya ketimpangan sosial ketika kita berniat menjadi seniman. Misalnya seperti bullying/perundungan. Cacian orang kepada kita – seniman henna laki-laki – misalnya. Tak jarang saya mendapat cemoohan seperti “Ah, masa laki-laki doyan kayak gituan? Harusnya yang gentle, kayak gue!”. Semacam itu. Yang kedua, persepsi mengenai tukang henna laki-laki yang disamakan dengan Makeup artist laki-laki, sehingga ada anggapan bahwa tukang henna sama dengan Mua yang ‘biasanya’ agak feminine. Banyak yang beranggapan kalau kita seperti itu, tapi alhamdulillah kita menyikapinya dengan kepala dingin dan sikap sebodo amat.

Kendala menjadi seorang henna laki laki yang sering muncul seperti misalnya, ada klien yang berniat booking tapi dengan syarat dari calon mempelai pria, bahwa si calon pengantin perempuan tidak boleh disentuh. Padahal kami sebagai henna artist bersikap professional, di situlah kadang rasanya nyesek. Serba salah.

Q: Apa pengalaman yang paling tidak bisa dilupakan selama nge-job?

A: Pengalaman yang nggak bisa dilupakan ketika ngejob adalah… ketika kita lagi asyiknya bekerja, tiba-tiba panggilan alam datang. Ngukir baru setengah, tapi perut sudah sangat melilit. Itu sih, Kak. Hehe.

Trus pengalaman kedua, pernah nge-job bareng dengan Makeup artist yang datangnya ngaret. Lalu beliau nggak mau dibarengi sama henna artist. Padahal waktunya sudah mepet banget dan calon mempelai pria juga sudah standby di lokasi. Tapi alhamdulillah tugasku beres tepat waktu dan si Mua yang ngaret itu malah kena semprot keluarga besar.

Pengalaman terakhirku adalah ketika mendapat bayaran yang nggak sesuai dengan tenagaku. Waktu itu aku kerjasama dengan Makeup artist. Awalnya aku dijanjikan dibayar 600k termasuk transport, tapi begitu aku buka amplopnya, hanya ada satu lembar 100k. Ada pula Mua yang tega nggak bayar tenagaku bahkan sampai tiga kali. Ini adalah pelajaran pahit yang sangat berharga bagiku.

Q: Apa saja suka duka menjadi henna artist cowok?

A: Sukanya, alhamdulilah kita sebagai Henna artist laki-laki patut bersyukur karena Allah SWT telah memberikan kelebihan pada kita, yaitu bakat seni. Dan patut diapresiasi karena tidak semua laki-laki dapat menjadi henna artist.

Pokoknya kesannya banyak banget dan yang paling utama kita sebagai henna artis laki-laki banyak digemari oleh para ukhti yang memang menyukai karya seni.

Dukanya banyak dibully/dirundung karena menurut kebanyakan orang, menggambar bunga itu adalah jiwa perempuan. Padahal menurutku pribadi, satu ukiran bunga juga bisa merubah isi dompet kita, asal karya kita bisa dijual dan laku.

Q: Apa pesan untuk para calon klien yang berniat memakai jasamu?

A: Pesan dari saya, buat para calon pengantin yang berniat booking, janganlah sekali-kali menyepelekan pekerjaan tukang Henna meskipun peran kami kecil dalam acara pernikahan kalian. Karena zaman sekarang ini henna sudah menjadi trend di dunia hajatan. Tak pakai henna, serasa ada yang kurang. Satu lagi, pilihlah henna artist yang menurut kamu baik dan cocok. Ingat, ada harga ada rupa.

gambar: karya Acheng Henna Garut


Oleh Mirna Yuliana dengan persetujuan narasumber

Irwan Henna Brebes Akun Facebook Akun Instagram

Acheng Henna Garut Akun Facebook Akun Instagram


Berikutnya Seniman Henna Natural

Artikel sebelumyaSejarah Henna – Chapter 1 : Awal Mula Henna
Artikel berikutnyaSejarah Henna – Chapter 2 : Bagaimana Tumbuhan Henna Menyebar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here