Beranda Artikel Tepat waktu adalah ciri Henna Artist Profesional

Tepat waktu adalah ciri Henna Artist Profesional

223
0

“Sebel sebel sebel!”

Pagi-pagi udah heboh gerutu aja, Juleha. Ono opo?

“Gimana nggak gerutu? Kemarin aku dapet komplain dari customer. Katanya jasaku nggak memuaskan.”

Mereka berhak komplain kalo emang menurut mereka jasamu kurang oke, lho. Memang mereka komplain masalah apa?

“Katanya aku datengnya molor. Yaelah… cuma molor setengah jam doang dikomplain. Biasa aja, dong! Orang Indonesia tuh biasa ngaret. Harusnya customernya paham. Aku tuh henna artist sibuk!”

- Advertisement -

Kamunya yang ngawur, Juleha. Jangan harapkan orang lain berpikiran sama dengan kamu. Nggak semua orang Indonesia itu ngaret.

Setiap kali dapet job, aku selalu menanyakan kapan waktu pasti acaranya.

Misalnya, aku dapet klien White Henna yang bakal akad jam 8 pagi. Aku bakal langsung tanya dia dirias jam berapa. Kenapa aku tanya soal hal ini? Karena aku biasanya akan datang satu jam lebih dulu dari kedatangan perias.

Tujuannya untuk:
1. Memberikan waktu apabila kita nyasar saat nyari lokasi.
2. Memberikan waktu untuk customer yang kadang saat kita datang, dia belum bangun. Nungguin dia mandi dll dulu.
3. Supaya kita tidak mengganggu proses rias. Lebih nyaman lho kalo ketika perias datang, gambar kita tinggal finishing.

Catatan penting: Selalu cek kira-kira berapa lama waktu yang harus kita tempuh dari rumah sampai ke lokasi. Di sinilah google maps berperan.

Misal: untuk sampai ke lokasi, harus 30menit berkendara. Customer mulai rias jam 5 pagi. Jadi kita seharusnya berangkat jam 3 atau setengah 4.

“Idih, ogah banget musti sepagi itu berangkat!”

Kalo itu ya kembali lagi sama kamunya. Mending bangun pagi tapi semuanya lancar. Atau mending molor tapi kena komplain sana-sini. Kerjaanmu juga jadi gak memuaskan.

Tepat waktu adalah salah satu hal yang bikin kamu disebut profesional, Juleha.

“Profesional itu kalo jobnya udah banyak, Kak. Emangnya Kakak, job aja masih sebiji-sebiji. Jelas di bio instagramnya gak berani pasang tulisan PROFESIONAL HENNA ARTIST’. Gimana mau laku!”

Aku emang sengaja. Karena yg menilai kita profesional apa nggak kan orang lain. Paling nggak selama ini aku nggak dapet komplain karena ngaret.

Artikulli paraprakBersainglah lewat karya, bukan lewat mulut durjana
Artikulli tjetërHenna Art bukan dinilai dari seberapa cepat kamu menyelesaikan design, tapi bagaimana kamu menikmati prosesnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini