CURHATAN TUKANG HENNA

Selalu ada cerita menarik saat seorang henna artist mengerjakan tugasnya. Entah itu cerita senang, sedih, bahkan lucu. Berikut beberapa teman henna artist yang berbagi curhatan hatinya selama bekerja.

Imell Henna Art Tegal

Saya menyukai henna sejak dulu. Namun baru mulai membuka bisnis tahun 2020. Kendala selama menggeluti bisnis ini adalah sering dipandang sebelah mata oleh orang-orang yang tidak mengerti seni. Sukanya banyak. Tapi dukanya kadang harus berangkat petang, menahan lapar, punggung, dan leher pun terasa lebih sakit. Harapan saya sebagai henna artist, semoga calon klien tidak menawar karena seni itu mahal.

Zahiroh Ummu Henna Art Jeneponto

Enam hari pasca melahirkan, aku memaksakan diri ngejob, karena sudah terlanjur janji. Meskipun luka karena cesar belum begitu kering, aku tetap berangkat karena ini tanggung jawabku. Alhamdulillah selama proses menggambar lancar. Namun sayang, menjelang siang kuku palsu pengantin lepas dan henna yang sudah kubuat berantakan karena pihak keluarga pengantin kurang berhati-hati. Aku yang tadinya sudah pulang, diminta kembali untuk memperbaiki henna yang rusak. Dengan berat hati aku berangkat lagi, namun sayangnya sampai di sana pengantin membatalkan begitu saja. Sedih rasanya.

Uyung Henna Pemalang

Aku memulai bisnis henna sejak tahun 2017. Salah satu kendala terberat adalah saat bertemu dengan MUA yang suka menawar miring jasaku. Kendala yang lain adalah saat aku dimanfaatkan teman sendiri dan kadang juga dijelek-jelekkan oleh sesama tukang henna.

Tahun 2018 aku pernah kenal dengan beberapa orang teman yang juga mulai merintis jasa rias. Sebuat saja si A dan si B. Kedua MUA ini awalnya mengendorse hennaku dan berjanji kalau setiap ada klien yang ingin menggunakan henna, mereka akan memakai jasaku.

- Advertisement -

Tahun 2019, mulailah aku dan si A bekerja sama. Saat itu, karena kami sama-sama merintis, jadi aku mematok harga hennaku 200k untuk white henna. Kerjasama kami berlangsung lancar dan baik, hingga akhirnya setelah Lebaran tahun 2020, saat pandemi membuat semua acara resepsi dibatalkan dan hanya boleh akad, dia tidak mengabariku dan malah memberikan job yang sudah ada di jadwalku kepada henna artist lain tanpa konfirmasi padaku. Waktu aku tanyakan, dia bilang si pengantin sudah mencari henna artist lain. Tapi ternyata dia bohong. Karena saat aku mengonfirmasi pada si tukang henna yang dia pakai, si tukang henna itu bilang justru si A yang booking jasa dia. Di sini aku merasa dikhianati oleh teman yang kubantu sejak merintis.

Si B yang pernah berjanji akan selalu memakai jasaku pun juga berkhianat, bahkan lebih parah. Saat aku bilang aku butuh tambahan uang transport untuk lokasi yang lebih jauh, dia langsung membatalkan kerjasama kami. Lalu setelah itu dia memakai jasa henna artist lain yang mau dibayar murah. Yang lebih menyakitkan adalah ternyata dia selalu mengatakan pada klien-kliennya kalau henna buatanku jelek, cepat rusak. Jujur rasanya sakit sekali setelah aku support dia sejak merintis.

Meskipun ada beberapa duka, tapi menjadi henna artist juga banyak sekali sukanya. Alhamdulillah bisa bertemu MUA hits seperti Mba Merryika dan Mbak Ayoeperdhana Banjarnegara yang meskipun sudah sangat terkenal tapi sangat-sangat humble. Dan sekarang aku direkrut oleh team MUA yang jasa dan pelayanannya super sekali.

Pesanku untuk para klien. Jika ingin memilih jasa, baik henna, MUA, atau layanan jasa apa pun, sebaiknya kalian cari referensi dari orang-orang yang pernah memakai jasanya. Karena hasil saja tidak cukup baik jika pelayanannya buruk. Karena kepuasan pelanggan itu nomor satu.

Ajeng Kusumawati Henna Tangerang

Aku belajar henna sendiri sejak 2017 dan mulai menerima job tahun 2019. Dulu jasaku masih dihargai 50k-150k, dan mulai naik tahun 2020 setelah mengikuti Henna Class Online HNA yg dimentori oleh Kak Dyah dan Kak Etriz. Alhamdulillah karena adalanya sertifikat henna, aku sudah mulai dihargai oleh WO-WO.

Sukanya menjadi tukang henna, buatku seneng banget waktu karya kita dihargai orang yg mengerti seni. Menurutku pekerjaan yg paling menyenangkan adalah hobi yang dibayar.

Kalau dukanya biasa aku rasakan saat musim hujan tiba. Bayangkan ngejob sendirian dan hujan-hujan pula. Apalagi kalau satu kerjaan dengan MUA yang kurang bisa diajak kerja sama, yang sama sekali tidak mau dibarengi oleh tukang henna. Tantangan sebagai tukang henna selain jarak adalah klien yang kadang tidak dapat duduk diam saat tangannya digambar. Jujur itu membuatku agak kesal.

Pesan untuk klien yang berminat memakai jasaku, biasanya aku akan memberikan saran soal henna yang cocok dipakai untuk jenis kulit klien. Apakah lembab, gampang alergi, atau kering. Tolong saran ini dimengerti dan pahami supaya hasil henna yang akan dipakai dapat nyaman dan tahan saat acara berlangsung.

Rainul Henna Art Banjar (Epi Sopiah)

Aku kenal henna bulan September 2019. Lalu aku mendapat job wedding pertama Desember 2019.

Kendalanya adalah bagaimana caranya white henna yang aku buat bisa awet sampai acara selesai. Karena kadang aku mendapati white henna yang aku buat rusak, meskipun tidak semua klien. Tapi tetap saja rasanya nyesek. Hal ini terus aku jadikan evaluasi untuk diriku sendiri.

Sukanya menjadi tukang henna adalah saat aku mendapat komentar kalau hennaku awet dan bagus. Biasanya dari pihak perias yang menyampaikan. Dukanya ya itu tadi… hennanya tidak mampu bertahan hingga selesai acara.

Pesanku untuk klien yang berminat menggunakan jasaku, kalau kalian sudah aku gambar tangannya, tolong dijaga supaya tidak rusak. Karena salah satu alasan kenapa white henna rusak karena klien kurang berhati-hati.

Puji Henna Art

Kalau aku pernah berasa seperti ditikam dari belakang sama MUA cowok. Ceritanya waktu itu ada capeng yang fix booking henna weddingku. Trus kebetulan capeng belum mendapat MUA. Akhirnya aku sarankan MUA cowok kenalanku ini, karena semua MUA yang kukenal sudah full.

Setelah fix pakai jasa si MUA, entah bagaimana ceritanya si capeng yang sudah fix pakai jasaku malah bilang tidak mau pakai henna. Itupun aku dapat kabar dari si MUA ini. Ternyata, usut punya usut, si MUA ini tidak ingin riasannya dia ada hennanya, karena menurutnya henna hanya akan merusak pakem riasannya dia.

Jujur aku sakit hati. Padahal dulu aku yang endors dia untuk macam-macam acara. Tapi aku malah ditusuk dari belakang seperti ini. Tapi alhamdulillah, kesedihanku tidak beralangsung lama, karena setelah itu aku mendapat ganti dua job henna wedding.

 

Artikel sebelumyaSejarah Henna – Chapter 5 : Henna di Papirus Ebers
Artikel berikutnyaSejarah Henna – Chapter 6 : Tingkatan Henna Menurut Papirus Ebers

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here