PROFILE OF THE MONTH MEI 2021 Khaila Henna Jogja

KHAILA HENNA JOGJA

Khaila Henna Jogja atau yang lebih akrab disapa Kak Ney adalah seorang Henna Artist asal kota Yogyakarta yang membuka bisnis hennanya sejak tahun 2014. Pemilik nama lengkap Nun Nani Rachmah Riany Putri Araji itu menjelaskan bahwa nama Khaila digunakannya sebagai doa yang selalu terselip. Nama ini terinspirasi dari nama malaikat pembawa dan penyampai rizki kepada seluruh makhluk Tuhan di alam semesta, yaitu malaikat Mikhail. Nama tersebutlah yang hingga kini selalu diusungnya sebagai nama dagang.

Perkenalan dengan Henna

Awal mula Kak Ney mengenal henna saat masih kuliah. Waktu itu ia sering melihat teman-teman kuliahnya yang merupakan jebolan pondok pesantren gemar menghias tangan mereka dengan henna. Ia pernah mencoba sekali, namun belum ada ketertarikan lebih. Seiring berjalannya waktu dan karena semakin sibuk dengan aktivitas perkuliahan, henna pun terlupakan.

Hingga akhirnya pada tanggal 2 Juni 2012, sebuah kecelakaan parah menimpanya. Kecelakaan inilah yang membuatnya menjadi seorang difabel, karena Kak Ney harus kehilangan fungsi tangan kanannya seumur hidup (kelumpuhan tangan kanan secara permanen). Kejadian ini membuatnya trauma berat, depresi, kehilangan arah. Namun akhirnya ia berpikir untuk memulai kehidupan baru, menepis semua hal negatif itu, dan tidak terus-menerus berlarut pada depresinya.

Untuk mengikis trauma dan depresinya, ia pun memutuskan untuk menggambar, karena sejak TK ia memang hobi menggambar. Tadinya ia hanya menggambar di kertas dan buku, tapi lambat laun ia beralih menghias dinding hingga keramik rumahnya dengan gambar warna-warni. Bundanya pun tidak berkomentar, beliau memahami apa yang tengah ia kerjakan. Beliau justru memberikan saran untuk menggambar apa pun di setiap sudut rumah mereka. Bahkan beliau menyemangati dengan membelikan alat-alat lukis dan cat. Di titik ini Kak Ney bersyukur karena kegiatannya menggambar bisa menjadi terapi untuk trauma dan depresinya

Karena kegiatan inilah, Kak Ney akhirnya memahami bahwa apa yang ia gambar adalah motif dan pattern pada seni henna, seperti motif floral/bunga-bunga dan sulur. Itu pun ia sadari setelah Buleknya yang berprofesi sebagai perias memuji gambarnya dan menyebut gambar-gambarnya itu sebagai henna. Maka, sekitar bulan Februari – Maret 2013, Kak Ney mulai tertarik untuk mengenal dan mempelajarinya henna lebih jauh.

- Advertisement -

Pertengahan 2013, sekitar bulan Juni-Agustus, Kak Ney lebih fokus mempelajari henna. Tidak hanya menghafalkan motif-motif gambar, namun ia juga belajar berlatih teknik dan alat. Karena di tahun itu masih jarang ada kursus henna dan terbentur biaya, ia memutuskan untuk belajar secara otodidak.

Kak Ney masih ingat ia pernah menjalankan sholat dhuha dan berdoa kepada Allah, ‘Kalau memang dunia henna adalah jalan yang Gusti Allah berikan, jalan titipan, yang bisa menjadi berkah untuk Ney, yang bisa menjadi berkah untuk keluarga, dan ini adalah jalur yang tepat menurut Gusti Allah, Ney mohon dimudahkan’. Doa itu ia panjatkan sambil berlinang air mata.

Ketika memanjatkan doa itu ia kembali mengingat bagaimana susahnya ia mendapatkan pekerjaan dengan kondisinya sebagai difabel. Ia sempat menjadi pegawai warnet, sempat ingin meneruskan kuliah S2, sempat mencoba menjadi penyiar radio. Namun semua hal itu harus dikerjakan dengan dua tangan. Karena dengan satu tangan, semua pekerjaan itu tidak dapat dikerjakan dengan cepat dan tergolong riskan.

Bahkan kata-kata dari owner warnet tempatnya bekerja dulu masih terus terngiang di kepalanya. “Kamu itu tidak punya kemampuan untuk bergerak cepat. Semua itu hanya digunakan dengan satu tangan. Kamu tuh lambat!”

Ia sudah terbiasa dengan kalimat-kalimat bullying semacam itu sejak menjadi difabel. Karena itulah ia berserah diri dan memohon kepada Allah untuk dimudahkan, dilancarkan, dan diberkahi dalam mempelajari henna.

Kak Ney ingat ia sering berlatih dengan menghenna tangan tetangga, teman, dan Bundanya. Ia membeli semua jenis henna lewat beberapa teman henna artist. Sudah tak terhitung berapa banyak biaya yang ia keluarkan untuk membeli produk henna.

Yang ia pelajari melalui henna artist lain adalah bagaimana memahami secara teknik, patok tarif, dan buka lapak branding. Baginya, cara belajar henna yang membuatnya nyaman adalah dengan mengamati, meniru, baru mengexplore. Artinya kita tidak langsung membuat satu design, namun kita mempelajari dulu basic design itu dengan teliti.

Menurut Kak Ney, proses belajar sendiri/otodidak dan kursus itu sama. Sama-sama keluar modal, sama-sama explore untuk tau karakter kita seperti apa. Jika memutuskan otodidak, maka kita akan mencoba semua produk henna. Namun, jika memilih kursus, banyak rekomendasi dari mentor kita. Keduanya memiliki kelebihan masing-masing. Jika ada dana lebih, kursus akan lebih oke. Supaya kita bisa belajar mengamati dan menirukan dari mentor yang sudah berpengalaman.

Selama satu tahun mempelajari henna. Mulai belajar dari Youtube, dibantu oleh orangtua dan teman-teman komunitas henna artist. Alhamdulillah, jalan mempelajari henna sangat lancar dan gampang dari tahun 2013 hingga 2014. Bagi Kak Ney pribadi ia merasa harus kompeten di bidang ini sampai akhirnya berani untuk show-up.

Kesempatan

Kesempatan show-up itu datang di bulan Agustus 2014 saat ia mengikuti bazar XL Mangkubumi dan disarankan untuk membuka lapak di sana oleh adiknya. Merasa mendapatkan dukungan dan banyak yang menawarkan bantuan, akhirnya ia berani untuk mempublikasikan karyanya lebih luas. Tekadnya menjadi henna artist profesional pun sudah bulat, dan kemudian lahirlah brand ‘Khaila’s Henna Gallery’.

Sejak membuka bisnis henna di tahun 2014, Kak Ney tidak pernah menunjukkan bagaimana sosoknya saat awal-awal mengenalkan brand-nya, tapi ia lebih fokus mengenalkan karya-karyanya. Hal ini ia lakukan saat mengingat Bundanya khawatir jika klien/manten yang berniat menggunakan jasanya merasa kasihan dengan kondisi Kak Ney yang difabel. Atau mungkin klien/manten tersebut hanya penasaran dengan karya Kak Ney, henna artist dengan satu tangan. Tapi akhirnya kekhawatiran itu Kak Ney tepis dengan mengajak Bundanya kala nge-job. Ketika bertemu dengan manten, justru manten sama sekali tidak tahu kalau Kak Ney seorang difabel. Melihat reaksi manten yang puas dengan karya Kak Ney, akhirnya Bunda meridhoi pekerjaannya.

Meski kadang Kak Ney juga mendengar celetukan ‘Oh, cuma ingin dikasihani’, bagi Kak Ney itu sudah mental buatnya. Hanya masuk telinga kanan, keluar telinga kiri. Yang pasti harus tetap positive thinking.

Hingga sekarang, Kak Ney fokus hanya menawarkan jasa. Baik itu henna wedding maupun kursus henna. Ia pernah mencoba membuat henna dengan merk Khaila, tapi akhirnya ia menyadari secara pribadi ia kurang kompeten sebagai seller/penjual. Baginya ia hanyalah penjual jasa, bukan penjual produk. Kak Ney sendiri sangat senang ketika ia mendapatkan kesempatan untuk mencoba produk dari teman-teman henna artist lain. Hal itu merupakan berkah tersendiri karena dipercaya mencoba produk teman-teman henna artist lain.

Pengalaman Berharga

Tahun 2015 ia mendapatkan pengalaman yang tidak akan dia lupakan hingga sekarang. Mungkin bisa dibilang ini adalah pengalaman menyakitkan, namun paling berharga. Kala itu ia belum menerapkan sistem DP (Uang Muka). Masih ada rasa takut dan khawatir jika klien/manten tersinggung dengan adanya uang DP. Ia ingat waktu itu ada satu manten yang sudah booking dua bulan sebelum acara. Klien yang ini termasuk klien yang banyak pertimbangan, namun akhirnya ia memutuskan untuk memakai jasa Kak Ney. Saat H-1 acara, Kak Ney datang jam 09.00 seperti perjanjian. Karena suami tidak bisa mengantar, akhirnya Bapak mertuanya lah yang mengantar, itu pun dengan pertimbangan jarak rumah klien yang dekat. Sampai di rumah klien, kondisi gerbang dan pintu rumah terbuka lebar, tapi betapa terkejutnya Kak Ney saat melihat seorang perempuan tengah dihenna oleh henna artist lain.

Saat itu Kak Ney masih berpikir positif, mungkin itu keluarganya, bukan si manten. Tapi Kak Ney mulai merasa ada yang tidak beres saat ia putuskan mengetuk pintu, namun tidak ada respon dari penghuni. Padahal di tempat itu ramai orang. Kak Ney tidak menyerah dan terus mengetuk pintu serta mengucap salam. Merasa tetap tidak direspon, Kak Ney memutuskan mengontak si manten, tapi tidak ada jawaban. Anehnya, tiap kali ia menghubungi, ponsel mbak yang sedang dihenna selalu berdering keras tapi tidak diangkat.

Setelah setengah jam berlalu tanpa respon jelas, Kak Ney mencoba tenang sambil membuka Whatsapp. Betapa terkejutnya Kak Ney saat membaca pesan dari manten yang membatalkan janjian tepat pukul 09.10. Alasan si manten karena sudah dibookingkan henna artist lain oleh keluarganya.  Saat itu juga Kak Ney merasa bodoh karena tidak mengecek pesan sama sekali.

Kak Ney sama sekali tidak mempermasalahkan siapa henna artistnya, tapi ia masalah dengan si manten yang membatalkan mendadak dan sepihak, apalagi jelas-jelas pembatalan itu melebihi batas waktu perjanjian.

Yang lebih membuatnya kesal, ketika akhirnya ia memutuskan untuk masuk dan menanyakan orang yang dimaksud, penghuni rumah berkelit dengan menjawab, ‘Oh, Mbak ini nggak ada, lagi pergi, mungkin salah orang. Soalnya nggak tau kalau janjian.’

Sudah kehilangan kesabaran, Kak Ney pun mengatakan, “Oh gitu. Ya sudah minta tolong ya sampaikan ke mbaknya, saya sudah baca WA-nya yang membatalkan janjian hennanya. Tapi yang saya tekankan, mungkin lain kali kalau mau batalin tidak seenaknya. Kan kasihan vendor-nya, sudah melakukan yang terbaik tapi malah dibeginiin tanpa minta maaf. Mbaknya itu akan melaksanakan sebuah ritual besar dalam hidupnya. Harapan saya semoga mbaknya tidak menyakiti hati siapa pun menjelang hari H pernikahan. Soalnya kita tidak tau karma itu bakal dapat dari mana.” Kalimat panjang itu terpaksa Kak Ney ucapkan lantaran sakit hati hingga menangis.

Selama perjalanan pulang, Kak Ney menahan tangisnya. Saking emosinya, ia sampai membanting pintu mobil dan pintu kamar. Padahal ia tidak pernah melakukan hal itu dalam hidupnya. Setelah sampai di kamar barulah ia menangis sejadinya dan menceritakan pada suaminya. Karena kejadian itulah Kak Ney memberlakukan aturan booking dengan DP. Kekhawatiran yang tadinya sempat bersliweran di kepala, akhirnya sirna. Alhamdulillah karena aturan DP ini, orang menganggap jasanya lebih profesional. Pengalaman terburuk adalah pelajaran berharga untuk kita.

Narasumber

Pengalaman-pengalaman itu sering Kak Ney sampaikan saat dipercaya sebagai pembicara pada acara Henna. Entah sudah berapa banyak acara yang ia ikuti sebagai narasumber. Meskipun kadang ia merasa belum kompeten untuk menjadi narasumber, namun ia bersyukur mendapat kesempatan tersebut.

Yang membuatnya yakin menerima tawaran sebagai narasumber adalah karena ia yakin dengan kemampuan verbalnya yang baik dalam berkomunikasi. Bagaimana menyampaikan unek-unek tanpa menyakiti perasaan peserta karena dikemas dengan bahasa yang baik dan tidak terkesan menggurui.

Salah satu hal yang membuatnya rindu menjadi narasumber adalah ketika mendapatkan pertanyaan-pertanyaan tidak terprediksi dari para peserta. Ada kalanya ia dibuat kagum dengan beberapa pertanyaan yang membuatnya berpikir lebih keras untuk menjawab.

Meskipun ia merasa sangat senang ketika menjadi narasumber acara henna, namun ia juga merasakan duka ketika ia harus menjelaskan tentang awal mula belajar henna kepada para peserta. Hal ini jelas menjadi kisah yang terus berulang ketika ia menjadi narasumber. Cerita yang sama, dengan momen yang sama, rasa sedih yang berulang ketika hal itu diceritakan kembali. Jujur ia merasa sedih saat harus mengorek kembali kenangan masa pahit itu. Namun, meskipun harus melakukannya berulang kali, Kak Ney tetap merasa bersyukur karena jika bukan karena pengalaman pahit itu, ia tidak akan mengenal henna dan menjadi narasumber berulang kali.

Sebagai seorang narasumber henna, Kak Ney sering berpesan kepada para peserta untuk membarengi keindahan karya dengan keindahan attitude/sikap. Hal ini mencakup cara berpikir dan bersosialisasi yang harus seindah karya yang dibuat. Kak Ney sendiri merasa teman-teman henna artist sekarang sangat luar biasa dalam berinovasi. Tapi ia menyarankan supaya inovasi-inovasi karya terbaik teman-teman henna artist juga diimbangi dengan attitude/sikap yang baik. Yang harus selalu diingat, berkaryalah tanpa menjatuhkan.

Kak Ney memberikan contoh beberapa henna artist idolanya yang memiliki sikap/attitude yang sangat baik. Seperti Divya Patel (hennabydivya), Shinta Henna Jogja, dan Gabriel Henna. Dari beberapa henna artist tersebut ia belajar attitude yang baik dan tidak neko-neko. Teruslah fokus untuk bekerja dan berkarya tanpa adanya sikap saling menjatuhkan dan menyakiti. Baginya seorang henna artist harus memiliki karya yang cantik, telaten, rapi, dan attitude/sikap yang baik.

Sampai detik ini Kak Ney masih beryukur karena henna adalah pintu yang dibukakan Gusti Allah ketika pintu-pintu yang lain tertutup untuknya. Ia merasa semua pintu yang tertutup ternyata bukanlah akhir dari segalanya. Satu pintu yang terbuka bernama henna, terbuka di masa-masa sulitnya dan bahkan memberikan berkah yang luar biasa untuknya dan keluarga.

Henna adalah Berkah

Baginya, henna itu kehidupan yang menghidupi. Henna menghidupinya secara finansial dan moral. Henna membuat semangatnya tidak pernah turun dan ide terus saja bermunculan untuk membuat inovasi. Melalui henna pula, Kak Ney dipertemukan dengan jodohnya. Suaminya yang selalu mendukungnya secara penuh, baik moril maupun materiil. Terlebih kemampuan dan kreativitas sang suami dalam bidang multimedia seperti fotografi dan videografi yang memudahkan Kak Ney untuk mengembangkan bisnis jasa hennanya. Seperti pembuatan poster, foto, dan video untuk kebutuhan iklan. Semua mereka kerjakan bersama. Jika dapat dideskripsikan, baginya henna adalah Berkah.


Profile of the Month Juni

Artikel sebelumyaSejarah Henna – Chapter 8 : Kosmetik Merah Di Peradaban Aegean Kuno
Artikel berikutnyaProfile of The Month Juni 2021 – Profil Tulasi Henna Bali

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here